Latest Post


 PERDAMAIAN

Kondisi sosial akibat konflik jelas merupakan kondisi yang tidak menyenangkan bagi salah satu pihak, terutama dari pihak yang kalah. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab adanya perdamaian. Secara etimologis, istilah perdamaian di Jerman diistilahkan dengan friede, di Jepang dengan istilah Heiwa, di Bangladesh dengan istilah Shanti, dan di Indonesia sendiri di kenal dengan istilah damai. Istilah damai ini sering diartikan sebagai ketenteraman, harmoni, dan ketenangan.

Dalam Praktiknya, perdamaian merupakan usaha untuk mengelola konflik identitas ataupun kepentingan yang dilakukan secara jangka panjang. Pelaksanaan perdamaian ini dapat diartikan sebagai situasi sempurna dari suatu bunbungan sosial. Hal ini ditandai dengan adanya konflik dan kekerasan, munculnya saling memahami atau menghormati perbedaan serta adanya keadilan sosial Jika perdamaian ini dapat dilakukan, yaitu dengan mengutamakan dialog, diharapkan akan tercipta kemaslahatan umat.

Menurut pandangan Pericles, seorang filsuf dan negarawan dari Atena, perdamaian sebagai syarat bagi dewan rakyat untuk mencapai suatu pemecahan masalah. Ia menggunakan istilah isegoria, yaitu komunikasi politik yang bebas, tetapi dilakukan secara bijak dan  berkualitas sehingga tercipta kebaikan. Dengan demikian , dapat dikatakan bahwa isegoria sebagai upaya perdamaian yang mengutamakan dialog untuk mencapai suatu pemecahan masalah.

(Sumber: Kun Maryani , Juju Suryawati,Sosiologi Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SMA/MA Kelas XI, 2017:135)


 KORUPSI

    Korupsi merupakan bentuk kejahatan kerah putih (white collar crimes) yang menggejala dibanyak negara, termasuk Indonesia. Sebagaimana dikemukakan oleh Helbert Edelher, dalam bukunya yang berjudul The Investigation of White Collar Crime, A Manual for Law Enforcement Agencies (dalam Djaja, 2010) dijelaskan bahwa korupsi merupakan kejahatan berwujud suatu perbuatan atau serentetan perbuatan bersifat ilegal yang dilakukan secara fisik, dan dengan akal licik/ terselubung untuk mendapatkan dan menghindari pengeluaran uang atau kekayaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Adapun menurut UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, secara garis besar, korupsi mencakup sejumlah unsur berikut ini.

1. Melakukan perbuatan melawan hukum

2. Memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi

3. Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana

4. Mergugikan keuangan negara atau perekonomian negara 

5. Memberikan hadiah atau janji kepada pegawai negeri dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya. 

R.Dyatmiko Soedihardjo (2008) menguraikan sejumlah tindakan yang dapat dikategorikan sebagai korupsi adalah sebagai berikut.

Korupsi yang Terkait Keuangan Negara

1. Contoh korupsi ini adalah kegiatan melawan hukum untuk memperkaya diri hingga merugikan keuangan negara, menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri hingga mengakibatkan kerugian negara.

2. Korupsi yang Terkait dengan Suap-Menyuap

Contoh korupsi ini adalah menyuap pegawai negeri, memberi hadiah kepada pegawai negeri karena jabatannya, pegawai negeri menerima suap, pegawai negeri menerima hadiah yang berhubungan dengan jabatannya

3. Korupsi Terkait Penggelapan dalam Jabatan

Contoh korupsi ini adalah pegawai negeri yang menggelapkan uamg atau membiarkan terjadinya penggelapan, pegawai negeri memalsukan buku atau keterangan untuk pemeriksaan administrasi, pegawai negeri merusak/ membiarkan orang lain merusak/ membantu orang lain merusak bukti-bukti tentang suatu perbuatan penggelapan.

4. Korupsi yang berakaitan dengan Pemerasan

Contoh korupsi ini adalah pegawai negeri melakukan pemerasan

5. Korupsi yang terkait dengan kecurangan

Contoh korupsi ini pegawai negeri melakukan kecurangan sehingga pihak lain leluasa memeroleh keuntungan atau memperkaya diri.

6. Korupsi yang terkait Benturan Kepentingan

Contoh korupsi ini adalah pegawai negeri turut serta dalam pengadaan suatu barang atau jasa yang menjadi tanggung jawabnya.

7. Korupsi yang Terkait Gratifikasi

Contoh korupsi ini adalah pegawai negeri menerima gratifikasi (pemberian hadiah, uang, barang potongan harga, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma atau fasilitas istimewa lain) dan tidak melaporkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

Berdasarkan berbagai hal diatas dan kriteria lainnya, sejumlah ahli hukum (dalam Djaja, 2010) membedakan tindak pidana korupsi menjadi empat, yaitu sebagai berikut:

1. Korupsi Ekstarsif

Korupsi ekstarsif adalah korupsi yang mencakup suap dari pengusaha kepada pengusaha untuk memeroleh perlindungan dan kemudahan dalam usahanya.

2. Korupsi Manipulatif

Korupsi manipulatif adalah manipulasi yang dilakukan pengusaha dengan bantuan penguasa untuk mengatur mekanisme kebijakan dan peraturan perundangan hingga sedemikian rupa agar mendatangkan keuntungan bagi mereka.

3. Korupsi Nepotetik dan Kronisme

Korupsi nepotetik dan kronisme adalah perlakuan istimewa yang diberikan penguasa kepada sanak saudara dan orang-orang dekatnya dalam rekrutmen atau pembagian aktivitas yang mendatangkan keuntungan sosial, ekonomi maupun politik.

4. Korupsi Subversif

Korupsi Subversif adalah korupsi yang merujuk pada korupsi yang merugikan keuangan negara dan dapat mengancam stabilitas nasional. 

(Sumber; Fritz H.s Damanik, Sosiologi SMA/MA Kelas X, Hlm 116-116)


LEMBAGA YANG MENANGANI KORUPSI DI INDONESIA


KPK (KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI)

    Dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diberi amanat melakukan pemberantasan korupsi secara profesional, intensif, dan berkesinambungan. KPK merupakan lembaga negara yang bersifat independen, yang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya bebas dari kekuasaan manapun. KPK dibentuk bukan untuk mengambil alih tugas pemberantasan korupsi dari lembaga-lembaga yang ada sebelumnya. Penjelasan undang-undang menyebutkan peran KPK sebagai trigger mechanism, yang berarti mendorong atau sebagai stimulus agar upaya pemberantasan korupsi oleh lembaga-lembaga yang telah ada sebelumnya menjadi lebih efektif dan efisien

    Adapun tugas KPK adalah: koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi (TPK); supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan TPK; melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap TPK; melakukan tindakan-tindakan pencegahan TPK; dan melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara. Dalam pelaksanaan tugasnya, KPK berpedoman kepada lima asas, yaitu: kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, dan proporsionalitas. KPK bertanggung jawab kepada publik dan menyampaikan laporannya secara terbuka dan berkala kepada Presiden, DPR, dan BPK.

    KPK dipimpin oleh Pimpinan KPK yang terdiri atas lima orang, seorang ketua merangkap anggota dan empat orang wakil ketua merangkap anggota. Kelima pimpinan KPK tersebut merupakan pejabat negara, yang berasal dari unsur pemerintahan dan unsur masyarakat. Pimpinan KPK memegang jabatan selama empat tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk sekali masa jabatan. Dalam pengambilan keputusan, pimpinan KPK bersifat kolektif kolegial. Pimpinan KPK membawahkan empat bidang, yang terdiri atas bidang Pencegahan, Penindakan, Informasi dan Data, serta Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat. Masing-masing bidang tersebut dipimpin oleh seorang deputi. KPK juga dibantu Sekretariat Jenderal yang dipimpin seorang Sekretaris Jenderal  yang diangkat dan diberhentikan oleh Presiden Republik Indonesia, namun bertanggung jawab kepada pimpinan KPK. Ketentuan mengenai struktur organisasi KPK diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan masyarakat luas tetap dapat berpartisipasi dalam aktivitas dan langkah-langkah yang dilakukan KPK. Dalam pelaksanaan operasional, KPK mengangkat pegawai yang direkrut sesuai dengan kompetensi yang diperlukan.

Visi : 

Bersama masyarakat menurunkan tingkat korupsi untuk mewujudkan Indonesia maju.

Misi :

1. Meningkatkan upaya pencegahan melalui perbaikan sistem dan pendidikan antikorupsi yang komprehensif

2. Pemberantasan tindak pidana korupsi yang efektif, akuntabel, professional, dan sesuai dengan hukum.

3. Meningkatkan akuntabilitas, profesionalitas, dan integritas Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pelaksanaan tugas dan wewenang


Komisi Pemberantasan Korupsi mempunyai tugas:

1. Koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.

2. Supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.

3. Melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi.

4. Melakukan tindakan-tindakan pencegahan tindak pidana korupsi; dan

5. Melakukan monitor terhadap penyelenggaraan pemerintahan negara.


Dalam melaksanakan tugas koordinasi, Komisi Pemberantasan Korupsi berwenang :

1. Mengkoordinasikan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi;

2. Menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi;

3. Meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instansi yang terkait;

4. Melaksanakan dengar pendapat atau pertemuan dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi; dan

5. Meminta laporan instansi terkait mengenai pencegahan tindak pidana korupsi.

Selengkapnya mengenai tugas, wewenang, dan kewajiban Komisi Pemberantasan Korupsi, dapat dilihat pada Undang-Undang No. 19 Tahun 2019 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(Sumber : https://www.kpk.go.id/id/tentang-kpk/sekilas-komisi-pemberantasan-korupsi)

 


PENGERTIAN EVOLUSI

Evolusi adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari proses perubahan pada makhluk hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang lama.

Beberapa Tokoh Evolusi

1. Lamarck

Use = organ tubuh yang sering digunakan akan tumbuh sempurna dan diturunkan

disused = organ tubuh yang jarang digunakan akan menyusut/ rudimenter dan dirurunkan

    Teori Lamarck juga dikenal dengan teori perolehan yang terwariskan secara genetik. Awal abad ke-19 ( 1809), Lamarck memperkenalkan bahwa sifat fenotip perolehan lingkungan dapat diwariskan secara genetik (acquired inheritance). Bagian tubuh yang tidak digunakan akan mengalami retardasi (tidak berkembang), bagian (alat) tubuh yang dipergunakan akan berkembang lebih kuat dan lebih besar. Ia menerangkan bahwa nenek moyang jerapah berleher pendek, tetapi karena terus menerus leher dijulurkan ke atas untuk menggapai makanan, leher jerapah menjadi lebih panjang. Jadi menurut lanmarck evolusi disebabkan oleh  pewarisan sifat genetis yang diperoleh dari lingkungannya.

2. Darwin 

Spesies/ makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari spesies/ makhluk hidup sebelumnya

Evolusi terjadi karena seleksi alam

    Charles Darwin (1809-1882), menyatakan bahwa evolusi disebabkan oleh proses seleksi alam. Karena itu teori evolusi Darwin disebut juga teori seleksi alam. Teori Darwin disusun atas dasar fakta-fakta yang ia amati pada pengembaraannya berkeliling dunia dengan kapal Beagle di Kepulauan Galapagos (kepulauan lepas pantai negara Chili sekarang), dan juga beberapa tempat lain di Amerika Selatan.


Perbandingan Perbedaan antara teori evolusi Lamarck dengan teori evolusi Darwin

Teori Lamarck tentang Evolusi

1. Organ tubuh yang sering dipergunakan akan tumbuh sempurna, sedangkan organ tubuh yang jarang/tidak dipergunakan akan menyusut (rudimenter). (Teori Use dan Disuse).

2. Perubahan-perubahan pada makhluk hidup disebabkan oleh perubahan lingkungan.

3. Setiap perubahan yang dialami oleh makhluk hidup akan diturunkan.

Teori Darwin tentang Evolusi

1. Makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari makhluk hidup dimasa silam dengan mengalami perubahan perlahan-lahan.

2. Proses perubahan dari makhluk hidup dimasa silam (sederhana) menjadi makhluk hidup masa sekarang (lebih sempurna) berlansung secara bertahap dan dalam kurun waktu yang sangat lama.

3. Setiap makhluk hidup harus berjuang untuk melansungkan kehidupannya (Teori Seleksi Alam).

    Untuk memudahkan memahami perbadingan teori Lamarck dan teori Darwin, berikut ini adalah contoh tentang Evolusi leher Jerapah yang dapat dilihat dari pada gambar  berikut :

(https://www.gurupendidikan.co.id/teori-evolusi/)

3. August Weismann

Percobaan August Weismann

    Evolusi : Pemahaman teori dan bukti evolusi 6Untuk membuktikan apakah lingkungan menyebabkan perubahan sifat yang menurun (teori Lamarck) Weismann melakukan percobaan dengan memotong ekor tikus, lalu mereka dikawinkan. Ternyata anak tikus yang lahir tetap berekor panjang. Lalu anak tikus tersebut dipotong lagi ekornya dan dikawinkan lagi, ternyata keturunan selanjutnya tetap berekor panjang. Langkah itu dilakukan sampai dengan 21 generasi dan keturunan yang lahir ternyata tetap berekor panjang. Dari apa yang dilakukan, Weismann mengambil kesimpulan bahwa perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak akan diwariskan kepada  keturunannya. Evolusi adalah proses yang menyangkut seleksi alam terhadap faktor genetika. Individu yang memiliki variasi genetik yang sesuai dengan lingkungan yang akan lestari dan memiliki kesempatan mewariskan gen yang adaptif pada generasi berikut.

(https://biologimediacentre.com/evolusi-pemahaman-teori-dan-bukti-evolusi/)

MEKANISME EVOLUSI

1. ISOLASI GEOGRAFIK

    Isolasi geografis adalah terpisahnya satu spesies yang sama oleh suatu keadaan geopgrafis menjadi dua atau lebih kelompok populasi. Adanya isolasi geografis menyebabkan peristiwa Allopatrik yaitu adanya isolasi geografis menyebabkan munculnya spesies baru

    Contoh dari isolasi geografis : adanya gunung atau lautan yang menyebabkan speies terpisah. Fokus dari adanya isolasi adalah pada benda atau keadaan yang menyebabkan spesiasi bukan pada organisme yang mengalami spesiasi.

Faktor penyebab spesiasi : tidak harus terpenuhi semua sudah mampu meyebabkan spesiasi

a. Adanya perubahan lingkungan : perubahan lingkungan geografis

b. Adanya relung yang kosong : merupakan salah satu faktor yang mampu menyebabkan spesiasi

Relung atau niche adalah suatu kondisi dimana suatu organisme mampu mengelola suatu populasi tetap ada. Merupakan peran dari organisme.

c. Adanya keanekaragaman suatu kelompok organisme : bisa memicu terjadinya populasi karena saling kawin bisa menghasilkan fenotipe yang berbeda sehingga memunculkan keanekaragaman yang menuju adanya spesiasi.

d.Kompetisi : adanya populasi yang kalah menyebabkan terjadinya migrasi untuk bisa mempertahankan hidupnya  (http://bachtiarbiologi.blogspot.com/2013/05/isolasi-geografi-pada-mekanisme-evolusi.html)

Contoh Isolasi Geografi

    Dalam sebuah pegunungan tiba-tiba muncul melalui peristiwa alam, kemudian memisahkan populasi makhluk hidup. Perlahan makhluk hidup yang hanya dapat tinggal di dataran rendah, dan makhluk hidup yang mampu bertahan akan tetap ada di dataran tinggi yang terbentuk tersebut. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain:

a. Adanya perubahan lingkungan secara geografis.

b. Terdapat relung yang kosong, salah satu faktor yang mampu menyebabkan spesiasi. Relung atau niche adalah suatu kondisi yang menyebabkan suatu organisme dapat membuat suatu populasi tersebut tetap ada

c. Keragaman kelompok organisme dalam satu ruang hidup, keadaan yang menyebabkan suatu populasi hidup dalam dataran yang sama menyebabkan adanya interaksi dan saling kawin sehingga menimbulkan adanya spesies baru muncul.

d. Kompetisi, ketika dalam lingkup yang sama suatu populasi yang terdiri dari berbagai spesies tentu saling berlomba untuk dapat bertahan hidup. (https://greatedu.co.id/greatpedia/isolasi-geografi-melalui-mekanisme-evolusi-dan-hukum-hardy-weinberg)

2. RADIASI ADAPTIF 


Empat dari 14 spesies finch yang ditemukan di Kepulauan Galápagos, dianggap disebapkan oleh radiasi adaptif yang membedakan bentuk paruh mereka sesuai dengan sumber makanannya.


    Radiasi adaptif adalah proses dimana organisme berubah secara cepat menjadi beberapa bentuk baru, khususnya saat ada perubahan lingkungan yang membuat adanya sumber baru dan membuka niche ekologi tertentu. Berawal dari moyang yang sama, proses ini menghasilkan spesiasi dan dan adaptasi fenotipeberbagai spesies menunjukkan ciri-ciri morfologi dan fisiologis yang berbeda dari mereka yang dapat memanfaatkan berbagai lingkungan yang berbeda. (https://sites.google.com/site/maulidunajamian/alphabet/r/ra/radiasi-adaptif-wikipedia-indonesia)

Mekanisme Perkembangan Burung Ficnh 

    Ketika Darwin berada di kepulauan Galapagos, ia mengamati beberapa makhluk hidup khususnya hewan memiliki karakteristik yang berbeda dari daerah lainnya. Burung Finch adalah salah satu yang diamati oleh Darwin, burung finch adalah sejenis burung kecil yang pada daratan eropa merupakan burung pemakan biji-bijian. Di Kepulauan Galapagos ia mengamati bahwa terdapat perbedaan karakteristif fisik antara burung yang berhabitat di sini (Galapagos) dengan burung Finch yang berasal dari daratan Eropa.  Mekanisme perkembangan Burung Finch tersebut adalah : 

1.   Telah terjadi proses evolusi pada burung finch, yang menyebabkan terjadinya perubahan fisik burung finch yang terdapat di Kepulauan ini. 

2.   Perubahan-perubahan ini disebabkan karena adanya seleksi alam yang menyebabkan beberapa populasi burung finch mengalami perubahan bentuk fisik. 

3.  Seleksi alam yang terjadi dikarenakan karena minimnya persediaan makanan serta  isolasi geografi yang terjadi. 

4.    Perubahan fisik yang terjadi meliputi perubahan pada paruh burung yang disesuaikan dengan jenis makanan yang ada. 

5.     Proses tersebut telah terjadi dari generasi ke generasi selama ribuan tahun. 

6.    Proses Adaptasi yang terjadi menyebabkan terjadinya perubahan dalam pewarisan sifat makhluk hidup terutama burung finch. 

    Teori yang dikemukakan oleh Darwin, sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh seorang ahli Ekonomi yang bernama Thomas Robert Maltus (1766 -1834) dalam bukunya Essay on the principle of population. Ia mengatakan bahwa pertambahan jumlah populasi penduduk tidak seimbang dengan pertambahan jumlah persediaan makanan. Ia mengatakan bahwa pertambahan jumlah penduduk lebih besar daripada jumlah pertambahan makanan. Hal tersebut yang kemudian memberikan inspirasi kepada Darwin, yang kemudian berpendapat bahwa setiap makhluk hidup berjuang untuk hidup. Pendapatnya ini merupakan awal dari pemikiran tentang adanya mekanisme seleksi alam dalam proses  evolusi.Pengaruh Sumber daya alam terhadap perkembangan Burung Ficnh Paruh burung finch (sejenis burung manyar) menjadi topik pemikiran Darwin yang mendasari evolusi teorinya. Ketika berada di kepulauan Galapagos, bagian dari ekspedisi HMS Beagle, Darwin melihat bahwa paruh burung finch berbeda-beda, tergantung dari pulau mana asalnya. Ini adalah salah satu contoh bagaimana burung finch menyesuaikan diri dengan kondisi pulau yang berbeda-beda. Contohnya, di pulau yang satu, paruh burung finch kuat dan pendek dan cocok untuk memecahkan kulit kacang yang keras. Di pulau lainnya, paruh burung finch sedikit lebih panjang dan lebih tipis, cocok untuk mengisap jenis makanan yang berada di pulau itu. Hal ini membuat Darwin berpikir akan suatu kemungkinan bahwa burung finch tidak diciptakan begitu saja, melainkan melalui proses adaptasi.


Gb. Macam-macam jenis burung Finch Setelah mengalami Evolusi 

    Waktu adalah faktor penting dalam evolusi. Proses evolusi memerlukan waktu yang sangat lama. Menurut Darwin, ada dua mekanisme yang mendasari evolusi. Pertama, proses evolusi membawa spesies yang ada untuk berinteraksi dengan kondisi ekologinya. Contohnya, karena hasi evolusi, beberapa burung mempunyai paruh yang hanya bisa dipakai untuk menghisap madu bunga. Selama bunga itu masih tersedia, burung ini akan hidup. Tetapi, bila bunga ini, karena sesuatu hal, punah, maka burung itu kemungkinan besar akan punah juga. Mekanisme yang kedua adalah kelahiran spesies baru dari hasil variasi di spesies yang ada. Ini terjadi bila suatu group makhluk hidup menjadi terpisah dan pada akhirnya mempunyai gaya hidup yang sangat berbeda. Contoh klasik adalah burung finch di atas. Asal mulanya, nenek moyang burung dari bermacam pulau di Galapagos adalah berasal dari daratan Amerika Selatan. Karena bertebaran di bermacam pulau, burung ini akhirnya mengembangkan gaya hidup yang berbeda-beda. 

    Waktu (melalui banyak generasi burung) dan perjuangan untuk hidup (survival) adalah dua hal yang dibutuhkan untuk melahirkan generasi baru burung finch. Waktu yang lebih panjang lagi dan melalui proses yang sama, menurut Darwin akan dapat menjelaskan evolusi dari semua makhluk hidup di muka bumi yang berasal dari satu “common ancestor”. Keragaman burung finch di Pulau Galapagos menginspirasi Charles Darwin untuk mengembangkan konsep evolusi yang mendasarkan pada seleksi alam. Namun hal tersebut benar-benar terbukti dan berhasil diamati. Salah satu spesies burung finch darat yang berukuran sedang memilih untuk mengembangkan paruh yang berukuran kecil. Hal tersebut dilakukan setelah daerah jelajahnya kedatangan burung pesaing yang lebih besar dalam 20 tahun terakhir. "Perubahan ukuran paruh menunjukkan bahwa persaingan untuk memperoleh jenis makanan dapat mendorong evolusi," kata penelitinya Peter Grant dari Universitas Princeton. Paruh yang kecil akan lebih menguntungkan karena dapat digunakan untuk memangsa biji-bijian yang lebih kecil. Penemuan ini sangat berharga sebab perubahan makhluk hidup karena persaingan jarang bisa diamati. "Umumnya, perubahan fisik dapat diamati pada makhluk hidup yang berpindah habitat atau mengalami perubahan iklim sehingga harus menemukan sumber makanan baru," kata Robert C. Fleischer, seorang pakar genetika di Museum Sejarah Alam dan Kebun Binatang Nasional Smithsonian. 

    Menurut Fleischer, ini merupakan kasus evolusi mikro yang berhasil didokumentasikan. Grant mempelajari burung finch darat berukuran sedang dari jenis Geospiza fortis yang sebelumnya tidak menghadapi persaingan untuk mendapatkan makanan berukuran kecil maupun besar. Pada 1982, populasi burung finch darat yang berukuran lebih besar, Geospiza magnirostris, masuk ke wilayah tersebut. Burung finch yang berukuran lebih besar memangsa biji-bijian berukuran besar dari tumbuhan Tribulus. Karena memiliki paruh lebih besar, Geospiza magnirostris dapat memecah biji-bijian yang berukuran besar tiga kali lebih cepat daripada finch yang berukuran sedang. Biji-bijian besar yang merupakan sumber makanan finch berukuran sedang mulai berkurang. Apalagi, curah hujan tahunan sangat rendah sepanjang 2003 dan 2004. Tingkat kematian spesies Geospiza fortis yang memiliki paruh relatif besar meningkat sehingga populasi yang tersisa hanya yang memiliki paruh kecil yang dapat memecah biji-bijian kecil. Selain itu, finch dengan paruh kecil tidak perlu bersaing dengan Geospiza magnirostris yang hanya mencari biji-bijian besar. Begitulah proses evolusi yang disebut pergeseran karakter di mana seleksi alam akan menghasilkan perubahan bagi generasi berikutnya. Grant melaporkan hasil pengamatannya dalam jurnal Science. (Sumber: http://nuzulularipin.blogspot.com/2012/06/evolusi-burung-finch-di-kepulauan.html)


3. HUKUM HARDY-WEINBERG

    Seorang ahli Matematika dari Inggris, G. H. Hardy dan ahli Fisika dari Jerman, W. Weinberg mengembangkan perhitungan matematika untuk melihat bagaimana mekanisme pewarisan sifat yang terjadi pada makhluk hidup tanpa mengubah struktur genetik di dalam sebuah populasi. Teori ini dikenal dengan Hukum Hardy-Weinberg, yang berbunyi jumlah frekuensi alel di dalam populasi akan tetap seperti frekuensi awal dengan beberapa persyaratan yaitu populasi sangat besar, kawin acak, tidak ada perubahan di dalam gen akibat mutasi, tidak terjadi migrasi ke dalam atau ke luar populasi, dan tidak ada seleksi alam. Terdapat dua poin utama dalam hukum Hardy- Weinberg yaitu:

Jika tidak ada gangguan maka frekuensi alel yang berbeda dalam populasi akan cenderung tetap/tidak berubah sepanjang waktu.

Dengan tidak adanya faktor pengganggu, maka frekuensi genotipe juga tidak akan berubah setelah generasi I.


Rumus dari hukum Hardy- Weinberg

(p + q)² = p² + 2pq + q²

p = Frekuensi gen dominan

q = Frekuensi gen resesif

p² = Frekuensi genotip homozigot

2pq = Frekuensi genotip heterozigot

q² = Frekuensi genotip homozigot resesif

Contoh Soal

Hukum hardy-weinberg dapat digunakan untuk menghitung frekuensi gen dalam suatu populasi. dalam suatu populasi terdapat kelompok perasa pahitnya PTC sebesar 64%, sedangkan yang lainnya tidak perasa PTC. sifat tidak perasa PTC dikendalikan oleh alel t, dan sifat perasa PTC dikendalikan oleh alel T, frekuensi genotip TT:Tt:tt adalah...

Dari soal diketahui perasa pahit PTC = TT dan Tt = 64%

tidak perasa PTC = tt = 100%-64% = 36%

- Frekuensi gen tt = q² = 36% = 0,36

q = √0,36 = 0,6

maka

- p+q = 1

p = 1 - 0,6

= 0,4

p²= 0,16 (Frekuensi gen TT)

- Frekuensi gen Tt

2pq = 2. 0,4. 0,6

= 2. 0,24 = 0,48


- Perbandingan frekuensi gen

TT : Tt : tt = p² : 2pq : q²

= 0,16 : 0,48 : 0,36

= 4 : 12 : 9

(https://greatedu.co.id/greatpedia/isolasi-geografi-melalui-mekanisme-evolusi-dan-hukum-hardy-weinberg)

Bukti Adanya Evolusi

1. Adanya variasi antar individu dalam satu keturunan

    Di dunia ini tidak pernah dijumpai dua individu yang identik sama, bahkan anak kembar sekalipun pasti punya suatu perbedaan. Demikian pula individu yang termasuk dalam satu spesies. Misalnya perbedaan warna, ukuran, berat, kebiasaan, dan lain-lain. Jadi antar individu dalam satu spesies pun terdapat variasi. Variasi adalah segala macam perbedaan yang terdapat antar individu dalam satu spesies. Hal ini dapat terjadi karena pengaruh berbagai faktor seperti suhu, tanah, makanan, dan habitat. Seleksi yang dilakukan bertahun-tahun terhadap suatu spesies akan menyebabkan munculnya spesies baru yang berbeda dengan moyangnya. Oleh karena itu adanya variasi merupakan bahan dasar terjadinya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru.

2.  Pengaruh penyebaran geografis

    Makhluk hidup yang berasal dari satu spesies yang hidup pada satu tempat setelah mengalami penyebaran ke tempat lain sifatnya dapat berubah. Perubahan itu terjadi karena di tempat yang baru makhluk hidup tersebut harus beradaptasi demi kelestariannya. Selanjutnya, adaptasi bertahun-tahun yang dilakukan akan menyebabkan semakin banyaknya penyimpangan sifat bila dibandingkan dengan makhluk hidup semula.  Dua tempat yang dipisahkan oleh pegunungan yang tinggi atau samudera yang luas mempunyai flora dan fauna yang berbeda sama sekali. Perbedaan susunan flora dan fauna di kedua tempat itu antara lain disebabkan adanya isolasi geografis.


    Contohnya adalah mengenai bentuk paruh burung Finch yang ditemukan Darwin di kepulauan Galapagos. Dari pengamatannya tampak burung-burung Finch tersebut memiliki bentuk paruh dan ukuran yang berbeda, dan menunjukkan mempunyai hubungan dengan burung Finch yang ada di Amerika Selatan. Mungkin karena sesuatu hal burung itu bermigrasi ke Galapagos. Mereka menemukan lingkungan yang baru yang berbeda dengan lingkungan hidup moyangnya. Burung itu kemudian berkembangbiak dan keturunannya yang mempunyai sifat sesuai dengan lingkungan akan bertahan hidup, sedang yang tidak akan mati. Karena lingkungan yang berbeda, burung-burung itu menyesuaikan diri dengan jenis makanan yang ada di Galapagos. Akhirnya terbentuklah 14 spesies burung Finch yang berbeda dalam bentuk dan ukuran paruhnya.

3.  Ditemukannya fosil di berbagai lapisan batuan bumi

    Fosil adalah sisa tumbuhan atau hewan yang telah membatu atau jejak-jejak yang tercetak pada batuan. Darwin menyatakan bahwa fosil yang ditemukan pada lapisan batuan muda berbeda dengan fosil yang terdapat pada lapisan batuan yang lebih tua, dan menunjukkan suatu bentuk perkembangan.

Dari sekian banyak fosil yang ditemukan, yang paling lengkap dan dapat digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi adalah fosil kuda yang ditemukan oleh Marsh dan Osborn. Dari studi yang dilakukan dapat dicatat beberapa perubahan dari nenek moyang kuda (Eohippus) yang hidup 58 juta tahun yang lalu menuju ke bentuk kuda modern sekarang (Equus), yaitu:

a) tubuh bertambah besar, dari sebesar kucing hingga sebesar kuda sekarang

b) leher makin panjang, kepala makin besar, jarak antara ujung mulut hingga bagian mata menjadi makin jauh

c) perubahan dari geraham depan dan belakang dari bentuk yang sesuai untuk makan daun menjadi bentuk yang sesuai untuk makan rumput

d) bertambah panjangnya anggota tubuh hingga dapat dipakai untuk berlari cepat, tetapi bersamaan dengan itu kemampuan rotasi tubuh menurun.

e) adanya reduksi jari kaki dari lima menjadi satu, yaitu jari ketiga yang selanjutnya memanjang, kemudian disokong teracak.

     Untuk menetapkan umur fosil dapat dilakukan dengan dua cara : secara langsung dan tak langsung.  Secara langsung dengan menetapkan umur batuan tempat fosil ditemukan. Cara yang ini kurang valid. Secara tak langsung dengan carbon dating menggunakan isotop C14. Cara yang kedua ini lebih valid.

4.   Adanya homologi organ pada berbagai jenis makhluk hidup

    Organ-organ berbagai makhluk hidup yang mempunyai bentuk asal sama dan kemudian berubah struktur sehingga fungsinya berbeda disebut organ yang homolog. Homologi organ menunjukkan tingkat kekerabatan makhluk yang bersangkutan. Makin banyak organ yang homolog kemungkinan kekerabatannya makin dekat, yang artinya nenek moyangnya mungkin sama.



    Contohnya: tangan manusia berfungsi untuk memegang adalah homolog dengan sirip depan paus yang digunakan untuk berenang, atau sayap kelelawar yang berguna untuk terbang homolog dengan tungkai depan kucing yang berguna untuk berjalan. Lawan dari homolog adalah organ yang analog, yaitu organ-organ dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tanpa memperhatikan bentuk asalnya. Bisa juga diartikan organ-organ tubuh dari berbagai makhluk hidup yang fungsinya sama tetapi bentuk asalnya berbeda.

5. Studi perbandingan embriologi

    Perkembangan embrio berbagai spesies yang termasuk kelas vertebrata menunjukkan adanya persamaan pada fase tertentu yakni pada fase morulla, blastula, dan gastrula/awal embrio. Hal ini menunjukkan adanya hubungan kekerabatan di antara hewan-hewan sesama vertebrata, yang mungkin pula mereka memiliki satu nenek moyang.


    Ernst Haeckel menyatakan dalam hukum Rekapitulasi yang dikemukakannya bahwa ontogeni suatu organisme merupakan rekapitulasi (ulangan singkat) dari filogeni. Ontogeni adalah sejarah perkembangan individu mulai zigot sampai dewasa. Filogeni adalah sejarah perkembangan makhluk hidup dari bentuk sederhana sampai dengan bentuk yang paling sempurna (evolusi).

(https://biologimediacentre.com/evolusi-pemahaman-teori-dan-bukti-evolusi/)

6.  Studi Biokimia dan Genetika
    Genetika modern juga memberikan bukti kuat adanya evolusi. Semua makhluk hidup menggunakan kode genetika yang sama dalam menyintesis protein. Kode genetik yang sama menunjukkan bahwa semua makhluk hidup berevolusi dari satu organisme yang menggunakan kode genetika yang sama. 
(https://biologi-indonesia.blogspot.com/2013/11/bukti-bukti-adanya-evolusi.html)

Berikut ini terdapat beberapa alat pernapasan burung, terdiri atas:

Lubang Hidung

Terdapat dua lubang hidung yaitu lubang hidung luar dan dalam. Lubang hidung luar terdapat pada pangkal paruh sebelah atas dan berjumlah sepasang. Sedangkan lubang hidung dalam terdapat pada langit-langit rongga mulut.

Trakea

Trakea tersusun atas tulang rawan yang berbentuk lingkaran. Trakea ini bercabang menjadi bronkus kanan dan kiri. Bronkus ini kemudian akan menghubungkan siring dengan paru-paru. Siring memiliki selaput yang akan bergetar dan menghasilkan bunyi jika ada udara yang lewat.

Paru-Paru

Paru-paru terdapat sepasang dan menempel di dinding dada bagian dalam. Paru-paru pada burung dibungkus oleh selaput paru-paru (pleura) dan berhubungan dengan kantong udara. Paru-paru burung tidak memiliki alveoli dan sebagi gantinya adalah pembuluh udara yang disebut parabronki. Saluran udara pada parabronki bercabang-cabang yaitu berupa pembuluh kapiler udara yang letaknya berdampingan dengan kapiler darah.

Kantung Udara

Pada burung terdapat kantong udara. kantong udara pada burung berjumlah 9, antara lain:

2 buah kantong udara di leher

1 buah kantong udara di antara tulang selangka

2 buah kantong udara di dada depan

2 buah kantong udara di dada belakang

2 buah kantong udara di perut

Kantong udara berfungsi antara lain:

Untuk bernapas saat terbang;

Membantu memperkeras suara karena dapat memperbesar ruang siring;

Mencegah kedinginan dengan menyelubungi alat-alat dalam dengan rongga udara;

Mengurangi panas badan agar tidak banyak yang hilang;

Pada saat berenang, dapat memperbesar dan memperkecil berat jenis tubuhnya.

Saluran Sistem Pernapasan Burung

Saluran Sistem Pernapasan Burung


Berikut ini terdapat beberapa saluran sistem pernapasan pada burung, terdiri atas:

Jalur Pernapasan Burung

Pada burung, tempat berdifusinya udara pernapasan terjadi di paru-paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.

Alat Pernapasan Burung

Selain paru-paru, burung biasanya memiliki beberapa pasang perluasan paru-paru yang disebut pundi-pundi hawa atau kantung udara (saccus pneumaticus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Umumnya pada burung mempunyai lima pasang kantong udara, yaitu :

Kantung servikal, terdapat pada pada pangkal leher

Kantung interklavikula, terdapat di antara tulang selangka atau korakoid.

Kantung toraksika anterior dan kantung torasika posterior, terdapat pada rongga dada

Kantung udara abdominal, terdapat di antara lipatan usus atau rongga peru

Kantung udara berhubungan dengan paru-paru, berselaput tipis, tetapi tidak terjadi difusi udara pernapasan. Adanya kantung udara mengakibatkan, pernapasan pada burung menjadi efisien. Kantung udara memiliki beberapa fungsi berikut.

Membantu pernapasan, terutama pada waktu terbang, karena menyimpan oksigen cadangan.

Membantu mempertahankan suhu badan dengan mencegah hilangnya panas badan secara berlebihan.

Membantu memperkeras suara dengan memperbesar ruang siring.

Mengatur berat jenis (meringankan) tubuh pada saat burung terbang.


Mekanisme Pernapasan Burung

Berikut ini terdapat beberapa mekanisme pernapasan pada burung, terdiri atas:

Pada Saat Istirahat
Terdiri atas:
Fase Inspirasi : tulang rusuk bergerak ke depan – volume rongga dada membesar – tekanan mengecil – udara akan masuk melalui saluran pernapasan.
Saat inilah sebagian oksigen masuk ke paru-paru dan O2 berdifusi ke dalam darah kapiler, dan sebagian udara dilanjutkan masuk ke dalam katong-kantong udara.

Fase Ekspirasi : tulang rusuk kembali ke posisi semula – rongga dada mengecil – tekanan membesar. Pada saat ini udara dalam alveolus dan udara dalam kantong-kantong hawa bersama-sama keluar melalui paru-paru. Pada saat melewati alveolus, O2 diikat oleh darah kapiler alveolus, dan darah melepas CO2. Dengan demikian, pertukaran gas CO2 dan O2 dapat berlangsung saat inspirasi dan ekspirasi.

Pada Saat Terbang

Pada saat terbang, burung tidak dapat menggerakkan tulang rusuknya.Oleh sebab itu, pada saat burung terbang yang berperan penting dalam pernapasan adalah kantong hawa. Inspirasi dan ekspirasinya dilakukan secara bergantian oleh pundi-pundi hawa antar tulang korakoid (bahu) dan pundi hawa bawah ketiak.

Fase Inspirasi : Pada saat sayap diangkat, pundi hawa antar tulang korakoidterjepit, sedangkan pundi hawa ketiak mengembang, akibatnya udara masuk ke pundi hawa ketiak melewati paru-paru, terjadilah inspirasi. Saat melewati paruparu akan terjadi pertukaran gas O2 dan CO2.

Fase Ekspirasi : Sebaliknya pada saat sayap diturunkan, pundi hawa ketiak terjepit, sedangkan pundi hawa antar tulang korakoid mengembang, sehingga udara mengalir keluar dari kantong hawa melewati paru-paru sehingga terjadilah ekspirasi. Saat melewati paru-paru akan terjadi pertukaran gas O2 dan CO2.Dengan cara inilah inspirasi dan ekspirasi udara dalam paru-paru burung saat terbang. Jadi pertukaran gas pada burung saat terbang juga berlangsung saat inspirasi dan ekspirasi.

(https://www.dosenpendidikan.co.id/alat-pernapasan-burung/)


SISTEM PERNAPASAN SERANGGA






Organ Pernapasan Serangga

1. Spirakel

    Spirakel merupakan bagian dari rangka eksternal (exoskeletons). Terdapat sepasang pada bagian dada dan segmen-segmen pada abdomen (rongga perut) serangga. Namun tidak semua segmen pada serangga terdapat spirakel. Bagian ini dapat terbuka dan tertutup karena diatur oleh katup otot. Fungsinya yaitu sebagai lubang aliran masuk dan keluarnya oksigen dan karbon dioksida. Katup terbuka untuk memasukkan oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Spirakel dapat dilengkapi dengan rambut halus yang berfungsi menyaring udara.

2. Trakea

    Trakea adalah saluran seperti tabung/pembuluh yang terhubung dengan spirakel. Strukturnya kokoh karena tersusun atas zat kitin. Saluran ini bercabang-cabang melewati berbagai bagian tubuh serangga. Fungsi trakea adalah sebagai saluran tempat mengalirnya gas yang kaya oksigen dari luar ke seluruh tubuh. Selain itu trakea juga bertugas sebagai saluran untuk mengalirkan karbon dioksida ke luar tubuh. Trakea dipengaruhi oleh taenidia yang strukturnya tipis. Struktur ini membantu trakea menjadi lentur  dan meregang pada proses kontraksi-relaksasi selama pernapasan.

3. Trakeolus

    Trakeolus adalah percabangan dari trakea yang memiliki struktur yang tipis. Fungsinya hampir sama dengan kapiler darah yang terdapat pada vertebrata. Strukturnya yang halus dan terdapat cairan serta terhubung langsung pada sel-sel tubuh agar penyebaran atau pertukaran oksigen dengan karbon dioksida dapat terjadi dengan mudah. Sehingga kebutuhan oksigen bagi sel-sel terpenuhi.Ukuran diameter trakeoulus biasanya tidak lebih dari 1 mikrometer atau 0,001 milimeter. 

4. Kantong udara

    Kantong ini berbentuk seperti balon dan terhubung dengan trakea, semacam alat tambahan pernapasan yang juga ditemukan pada burung. Kantong ini dapat meningkatkan respirasi dengan maksimal dengan menyediakan permukaan yang luas untuk pertukaran gas dan menjaga pasokan udara. Ketika abdomen bergerak memompa maka kantong udara akan mengembang dan mengempis dan meningkatkan volume udara yang akan dipindahkan selama respirasi.

(https://bobo.grid.id/read/082067300/mengenal-4-organ-pernapasan-serangga-beserta-fungsi-dan-letaknya?page=all) 

    Serangga juga hidup di darat layaknya mamalia. Namun, alat pernapasan yang digunakan berbeda. Serangga menggunakan trakea untuk mendapatkan oksigen. Trakea merupakan sistem pernapasan yang sederhana. Sistem ini bisa menyalurkan oksigen secara langsung ke tubuh serangga. Prosesnya, Udara akan masuk melalui lubang-lubang yang sangat kecil yang berada di sisi samping serangga yang disebut spirakel. Spirakel memiliki fungsi yang sama seperti hidung yaitu sebagai tempat keluar masuknya udara. Udara dari stigma dialirkan oleh pembuluh-pembuluh yang tersambung ke trakea yang kemudian disebarkan ke seluruh tubuh serangga.

(https://www.tokopedia.com/blog/sistem-pernapasan-pada-hewan-edu/)

 


Beberapa Teori tentang asal- usul kehidupan

1. Teori Abiogenesis (makhluk hidup berasal dari benda tak hidup)

Teori tersebut dipelopori oleh Aristoteles ( Generatio Spontanea= makhluk hidup terjadi dengan sendirinya) di dukung oleh Anthoni Van Leuwenhoek dengan penemuannya tentang mikroorganisma dari rendaman jerami dan John Nedham (organisma/ makhluk hidup terjadi dari air kaldu/ benda mati).

Aristoteles

Menurut Aristoteles makhluk hidup berasal dari benda tak hidup atau benda mati. Pada zamannya orang-orang percaya bahwa terjadinya makhluk hidup itu secara spontan atau terbentuk dengan sendirinya. Sehingga teori ini juga disebut dengan generatio spontanea. Jadi menurut teori generatio spontanea, semua kehidupan yang berasal dari benda mati yaitu:

Ikan dan Katak yang berasal dari lumpur

Cacing berasal dari tanah

Belatung timbul dari daging yang membusuk.

John Nedham

John T. Needham, seorang ilmuwan dari Inggris. Berdasarkan teori ini Needham melakukan percobaan dengan merebus kaldu dalam wadah selama beberapa menit lalu dibiarkan dalam kondisi terbuka. Setelah beberapa hari, air kaldu tersebut menjadi keruh karena adanya mikroorganisme. Sehingga Needham membuat suatu kesimpulan bahwa setiap zat organik mempunyai daya hidup yang dapat menjadi makhluk hidup yang artinya bahwa mikroorganisme tersebut berasal dari air kaldu tadi.

Anthoni Van Leuwenhoek

Antonie van Leeuwenhoek, seorang penemu mikroskop cahaya. Dengan bantuan mikroskopnya ini, Leeuwenhoek mengamati air rendaman jerami dan terlihat adanya mikroorganisme, sehingga kesimpulan dari pengamatan ini bahwa mikroorganisme berasal dari air.

(http://www.softilmu.com/2015/11/teori-asal-usul-kehidupan.html)


2. Teori Biogenesis (Makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya)

Beberapa tokoh biogenesis adalah sebagai berikut:

a) Fransisco Redi (omme vivum ex ovo) dapat membuktikan makhluk hidup berasal dari telur. Berdasarkan rangkaian percobaannya yaitu larva yang ditemukan pada daging yang busuk berasal dari telur lalat. 

Francisco Redi adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Italia, ia merupakan orang pertama yang membantah teori Generatio Spontanea. Ia melakukan eksperimen untuk mendapat fakta yang benar. Perangkat percobaan Francisco Redi dapat Anda lihat pada Gambar berikut.


    Coba Anda perhatikan perangkat percobaan Francesco Redi pada Gambar diatas! Ia menggunakan daging segar yang diletakkan di dalam tiga tabung. Perlakuan tabung I ditutup rapat, tabung II ditutup kain kasa dan tabung III tidak ditutup dan dibiarkan terbuka. Setelah beberapa hari Francisco Redi mendapatkan hasil eksperimen. Ternyata botol tabung I tidak ada mikroba, tabung II terdapat sedikit mikroba, dan tabung III terdapat banyak mikroba. Dari hasil eksperimen ini Francisco Redi kemudian membuat kesimpulan bahwa mikroba yang berupa belatung yang terdapat pada daging tersebut berasal dari telur-telur lalat yang ditinggalkan pada saat lalat tersebut mengerumuni daging yang membusuk.Dari hal ini maka teori Abiogenesis runtuh diganti dengan teori Biogenesis yaitu bahwa makhluk hidup tidak begitu saja terbentuk dari benda-benda mati, melainkan dari makhluk hidup juga.

b) Lazzaro Spallanzani

(omme ovum ex vivo=  telur berasal dari makhluk hidup) kekeruhan yang terjadi pada kaldu yang terbuka disebabkan oleh organisme yang masuk bersama udara. 

Spallanzani adalah seorang tokoh ilmuwan dari Italia. Ia melakukan kegiatan eksperimen pada tahun 1765, untuk menentang teori Nedham. Spallanzani mengadakan pembuktian dengan air kaldu yang ditempatkan di dalam tabung seperti pada Gambar di bawah ini.


    Hasil percobaannya sama dengan Francisco Redi yaitu makhluk hidup berasal dari sesuatu yang hidup. Spallanzani menjelaskan bahwa kegagalan percobaan Nedham karena Nedham tidak merebus tabung cukup lama sampai semua organisme terbunuh dan Nedham juga tidak menutup leher tabung dengan rapat sehingga masih ada organisme yang masuk dan tumbuh. (https://sainsmini.blogspot.com/2015/09/3-teori-asal-usul-kehidupan.html)

Lazzaro Spallanzani melakukan sebuah percobaan yang lebih baik dari usah percobaan Francesco Redi. Ia menggunakan 3 buah tabung yang masing-masing diisi dengan air kaldu yang kemudian akan diperlakukan seperti:

1) tabung pertama tanpa dipanasi, ditutup rapat;

2) tabung kedua dipanaskan sampai mendidih, dibiarkan terbuka;

3) tabung ketiga dipanaskan sampai mendidih, dan ditutup rapat.

Melalui percobaan ini Spallanzani menyatakan, apabila kaldu didihkan dan kemudian ditutup rapat, tidak akan terjadi pembusukan sehingga tidak akan dijumpai makhluk hidup.

(https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/biogenesis-teori-asal-usul-kehidupan-4560/)


c) Louis Pasteur

(Omme vivum ex vivo = makhlauk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya)

Louis Pasteur melakukan percobaan pada tahun 1864. Tujuan percobaan Pasteur adalah untuk menguji dan memperbaiki percobaan dari Redi dan Spallanzani. Pasteur membuat labu berleher angsa, yang agak tertutup namun masih dapat berhubungan dengan udara, seperti yang terlihat pada Gambar dibawah!


Prinsip tabung ini adalah udara dapat masuk ke dalam tabung, tapi debu akan menempel pada lengkungan leher tabung.

Percobaan yang dilakukan oleh Pasteur adalah merebus kaldu hingga mendidih kemudian kaldu tersebut didiamkannya beberapa saat di dalam tabung leher angsa. Setelah beberapa hari, bakteri tidak tumbuh pada kaldu tersebut, tetapi beberapa hari kemudian air kaldu sudah ditumbuhi bakteri.
Dari teori Pasteur inilah maka teori abiogenesis (Generatio spontanea) tumbang. Sehingga disimpulkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup pula. (https://sainsmini.blogspot.com/2015/09/3-teori-asal-usul-kehidupan.html) 


Teori Biologi Modern

Teori biologi modern merupakan teori evolusi kimia, yang berpendapat bahwa bumi ini pada awalnya sangat panas sekali, kemudian suatu ketika bumi mengalami proses pendinginan. Dari proses-proses tersebut maka dapat dihasilkan bahan-bahan kimia. Bahan-bahan yang berat akan menyusun bumi sedangkan bahan yang ringan akan menyusun atmosfer. Teori evolusi kimia dicetuskan oleh beberapa tokoh berikut.

a. Harold Urey

Urey adalah seorang ilmuwan Amerika Serikat yang berpendapat bahwa atmosfer bumi pada suatu saat kaya akan molekul-molekul seperti CH4 (metana), NH3 (ammonia), H2 (hidrogen) dan H2O dalam bentuk gas. Adanya energi yang berasal dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmis, akan mengakibatkan molekul-molekul tersebut mengadakan reaksi kimia untuk membentuk zat-zat hidup. Zat hidup yang mula-mula ada kira- kira seperti virus sekarang. Zat hidup ini setelah berjuta-juta tahun berkembang menjadi berbagai jenis organisme.

b. Stanley Miller

Miller adalah murid dari Urey. Ia membuat suatu percobaan untuk membuktikan teori Urey. Ia melakukan percobaan dengan mengisi tabung- tabung dengan CH4 , NH3 , H2 , dan H2O. Campuran gas-gas tersebut dialirkan melalui labu dilengkapi elektroda yang dapat melepaskan bunga api listrik yang bertegangan tinggi selama satu minggu. Setelah percobaan tersebut, dilihat ternyata ditemukan beberapa jenis asam amino. Asam amino adalah zat yang menyusun protoplasma makhluk hidup. Pada temuannya ini asam amino tersebut belum menunjukkan gejala hidup.

c. A. I. Oparin

Oparin adalah seorang ilmuwan berkebangsaan Rusia. Oparin juga memiliki gagasan yang sama seperti Urey, tetapi Oparin tidak dapat membuktikan bahwa reaksi gas CH4 , NH3 , H2 , dan H2O membentuk asam amino. Ia berpendapat bahwa asam amino terbentuk secara alami. Menurut Oparin, lautan bumi pada awalnya memiliki persediaan cukup bahan-bahan organik. Dalam waktu yang lama maka bahan-bahan organik tersebut akan berikatan satu dengan lainnya membentuk selaput-selaput, kemudian molekul organik berselaput ini akan mengikat molekul lainnya dan menyatukan diri sehingga terbentuk gabungan molekul baru yang karakteristik. Ikatan kompleks inilah yang diperkirakan merupakan awal dari kehidupan.

(https://sainsmini.blogspot.com/2015/09/3-teori-asal-usul-kehidupan.html)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget