HAKIKAT PENELITIAN SOSIAL DAN PENGERTIAN PENELITIAN SOSIAL

 


1. PENALARAN

Menurut filsuf Charles Pierce (dalam Rakhmat, 2009) terdapat sejumlah cara atau metode yang digunakan untuk mengungkap gejala sosial yang ada sebagai berikut:

a. Metode Keteguhan

Metode keteguhan adalah metode berfikir dalam diri manusia yang menganggap suatu kebenaran atas dasar keyakinannya. Meskipun apa yang diyakini belum tentu benar, namun tetap diyakini karena suatu hal yang umumnya sudah lama dan biasa terjadi. Contohnya adalah aktivitas berdo'a yang diyakini dapat mempermudah dan mendapatkan apa yang diharapkanoleh manusia baik sesuatu hal berupa materi maupun non materi atas dasar keyakinan tentang kekuatan Tuhan Yang Maha Esa.

b. Metode Otoritas

Metode otoritas adalah metode yang menganggap sesuatu benar karena sumber informasinya memiliki otoritas untuk menyatakan benar. Contohnya penyataan seorang presiden, raja atau pakar dapat diterima sebagai kebenaran karena ia memiliki kekuasaan. 

c. Metode Apriori/ Intuisi

Metode Apriori adalah metode yang menganggap suatu kebenaran berdasarkan intuisi, tanpa melalui proses berfikir yang panjang, terjadi secara tiba-tiba, dan tidak dibutuhkan suatu pembelajaran. Contohnya ketika seorang pria tanpa sengaja melihat wanita sedang duduk membaca buku, maka sang pria membuat kesimpulan tentang wanita tersebut memiliki hobi membaca.

d. Metode Trial and error

Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk mencari suatu kebenaran berdasarkan hasil serangkaian percobaan yang tidak sistematis. Kebenaran yang di dapatkan melalui metode ini berdasarkan pengalaman langsung. Contohnya, seseorang yang berulang kali mencoba berwirausaha namun gagal dan masih tetap berusaha dengan mencari usaha lain sehingga mencapai kesuksesan dalam dunia wirausaha.

e. Metode Tradisi

Metode tradisi adalah metode yang menganggap sesuatu dikatakan benar karena telah berlaku dan dilakukan secara turun-temurun. Contohnya tradisi berziarah ke kuburan saat menjelang bulan Ramadhan , tradisi mudik menjelang Hari Raya dan lain-lain.

f. Metode Metafisika

Metode metafisika adalah metode yang menganggap kebenaran melalui pandangan metafisik atau sesuatu yang ghaib. Jawaban terhadap masalah yang ditemukan dalam dunia empiris dicari pemecahannya melalui suatu kepercayaan ataupun mistik. Contohnya seseorang yang pergi ke dukun untuk mendapatkan kekayaan. 

    Seiring berkembangnya rasionalitas dan ilmu pengetahuan, berbagai metode tersebut dirasakan kurang mampu untuk memuaskan keingintahuan dan menemukan kebenaran, sehingga manusia pun mulai beralih pada pencarian yang dilakukan melalui penalaran maupun proses berfikir secara terus-menerus.

    Penalaran (reasoning) dapat dimaknai sebagai suatu proses atau aktivitas kejiwaan dalam diri seseorang, dimana ia berpikir dengan menggunakan asas-asas atau pola berpikir tertentu untuk memeroleh simpulan yang sah dan benar. Adapun berpikir (thinking) dapat dimaknai sebagai suatu proses atau aktivitas kejiwaan pada seseorang yang mencoba menghubungkan segala pengertian dan pengalaman yang dimilikinya, demi mencapai simpulan yang sah dan benar. Proses berpikir dapat dibedakan sebagai berikut:

a). Dedukasi

    Dedukasi merupakan suatu proses berpikir yang menggunakan hal-hal umum untuk menyimpulkan atau mencari tahu mengenai suatu hal yang khusus.

Contoh:

Semua siswa kelas X rajin belajar                     (premis mayor/ umum)

Aulia adalah siswa kelas X                                ( premis minor/ khusus)

Aulia rajin belajar                                                ( simpulan)


b). Induksi

    Induksi merupakan kebalikan deduksi. Simpulan umum diperoleh dari induksi ( hasil memeriksa atau mengumpulkan fakta empiris melalui observasi)

Contoh:

Siswa A mengendarai sepeda motor ke sekolah                    (khusus)

Siswa B mengendarai sepeda motor ke sekolah                    (khusus)

Siswa C mengendarai sepeda motor ke sekolah                     (khusus)

Semua siswa mengendarai sepeda motor kesekolah            (umum)


2. Penelitian Sosial 

    Penelitian sosial adalah proses kegiatan mengungkapkan secara logis, sistematis, dan metodis gejala sosial untuk mengungkapkan kebenaran sehingga bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan ilmu pengetahuan. Selain itu masih ada sejumlah definisi yang diberikan oleh para ahli. Adapun definisi yang diberikan para ahli adalah sebagai berikut:

a. Bagong Suyanto (2010)

Penelitian sosial, pada hakikatnya adalah kegiatan spionase untuk mencari, memata-matai, dan menemukan pengetahuan dari "lapangan" yang dapat dipertanggungjawabkan kenenarannya menurut kaidah-kaidah ilmiah tertentu dan bukan mencari kebenaran normatif yang semata hanya dituntut oleh cara berpikir deduktif.

b. Dolet Unaradjan (2008)

Penelitian sosial adalah kegiatan yang bertujuan bukan hanya mempelajari suatu masalah praktis atau bagian kenyataan empiris tertentu, melainkan juga menguji gagasan atau ide yang terdapat dalam pikiran seseorang.

c. Piran Wiroatmodjo (2009)

Penelitian adalah usaha untuk menemukan ilmu pengetahuan yang baru, mencari pemecahan masalah atau membuktikan suatu anggapan maupun teori.

d. Soerjono Soekanto (2009)

Penelitian sosial mengacu pada kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk mengungkapkan suatu kebenaran.

e. Sugiyono (2013)

Pada dasarnya penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data untuk tujuan dan kegunaan tertentu. 

    Berdasarkan definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian sosial memiliki karakteristik, sebagai berikut:

a. Kegiatan yang dilakukan menurut kaidah ilmiah, terencana dan sistematis.

b. Bertujuan memperbaiki, menyempurnakan, memperluas, bahkan menggali lebih dalam kajian suatu ilmu pengetahuan.

c. Berupaya mendapatkan pemecahan masalah dan mengungkapkan kebenaran. 

(Sumber : Fritz H.s Damanik, Sosiologi SMA/MA Kelas X, Hlm 147-150)


Kategori:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang Sopan dan Relevan

[facebook][blogger][disqus]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget