Maret 2021

 


Pengertian Integrasi Sosial

    Dalam Kamus Besat Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa integrasi adalah pembauran sesuatu yang berbeda hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Istilah pembaruan tersebut mengandung arti masuk kedalam, menyesuaikan, menyatu, atau melebur sehingga menjadi seperti satu . Dengan demikian integrasi merujuk pada masuk, menyesuaikan, atau meleburnya dua atau lebih hal yang berbeda sehingga menjadi satu. Dari uraian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur- unsur yang berbeda tersebut dapat meliputi perbedaan kedudukan sosial, ras, etnil, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai dan norma. 

    Abu ahmadi melihat bahwa dalam integrasi masyarakat terdapat kerja sama dari seluruh anggota masyarakat , mulai dari tingkat individu, keluarga, lembaga dan masyarakat sehingga menghasilkan konsensus (kesepakatan ) nilai yang sama-sama dijunjung tinggi. Namun menurut Abdul Syan, integrasi sosial tidak cukup diukur dari kriteria berkumpul atau bersatunya anggota masyarakat  dalam arti fisik. Konsensus juga merupakan pengembangan sikap solidaritas dan perasaan manusiawi. Pengembangan sikap solidaritas dan perasaan manusiawi. Pengembangan sikap dan perasaan manusia tersebut merupakan dasar keselarasan suatu kelompok atau masyarakat.

    Michael Banton mendefinisikan integrasi sebagai suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan fungsi penting pada perbedaan ras tersebut. Hak dan Kewajiban yang terkait serta ras seseorang hanya terbatas pada bidang tertentu saja dan tidak ada sangkut psutnys dengan bidang pekerjaan atau status. 

    Integrasi sosial akan terbentuk apabila sebagian besar anggota masyarakat tersebut sepakat mengenai struktur kemasyarakatan yang dibangun termasuk nilai-nilai, norma-norma dan pranata-pranata sosial.

    Menurut Wiliam F. Ogburn dan Mayer Nimkof, syarat terwujudnya integrasi sosial adalah sebagai berikut:

1. Anggota-anggota masyarakat merasa berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan di antara mereka. Hal itu berarti kebutuhan fisik dan sosial mereka dapat terpenuhi oleh sistem sosial. Terpenuhnya kebutuhan-kebutuhan tersebut menyebabkan setiap anggota masyarakat saling menjaga keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. 

2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (konsensus) bersama mengenai norma dan nilai-nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman dalam hal-hal yang dilarang menurut kebudayaan.

3. Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama, tidak mudah berubah dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh anggota masyarakat. 

Suatu Integrasi sosial dapat berlangsung cepat atau lambat, tergantung pada faktor-faktor berikut:

1. Homogenitas kelompok

2. Besar kecilnya kelompok

3. Mobilitas geografis

4. Efektivitas Komunikasi

(Sumber : Kun Maryani , Juju Suryawati,Sosiologi Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SMA/MA Kelas XI, 2017:159-161)

 


1. PENALARAN

Menurut filsuf Charles Pierce (dalam Rakhmat, 2009) terdapat sejumlah cara atau metode yang digunakan untuk mengungkap gejala sosial yang ada sebagai berikut:

a. Metode Keteguhan

Metode keteguhan adalah metode berfikir dalam diri manusia yang menganggap suatu kebenaran atas dasar keyakinannya. Meskipun apa yang diyakini belum tentu benar, namun tetap diyakini karena suatu hal yang umumnya sudah lama dan biasa terjadi. Contohnya adalah aktivitas berdo'a yang diyakini dapat mempermudah dan mendapatkan apa yang diharapkanoleh manusia baik sesuatu hal berupa materi maupun non materi atas dasar keyakinan tentang kekuatan Tuhan Yang Maha Esa.

b. Metode Otoritas

Metode otoritas adalah metode yang menganggap sesuatu benar karena sumber informasinya memiliki otoritas untuk menyatakan benar. Contohnya penyataan seorang presiden, raja atau pakar dapat diterima sebagai kebenaran karena ia memiliki kekuasaan. 

c. Metode Apriori/ Intuisi

Metode Apriori adalah metode yang menganggap suatu kebenaran berdasarkan intuisi, tanpa melalui proses berfikir yang panjang, terjadi secara tiba-tiba, dan tidak dibutuhkan suatu pembelajaran. Contohnya ketika seorang pria tanpa sengaja melihat wanita sedang duduk membaca buku, maka sang pria membuat kesimpulan tentang wanita tersebut memiliki hobi membaca.

d. Metode Trial and error

Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk mencari suatu kebenaran berdasarkan hasil serangkaian percobaan yang tidak sistematis. Kebenaran yang di dapatkan melalui metode ini berdasarkan pengalaman langsung. Contohnya, seseorang yang berulang kali mencoba berwirausaha namun gagal dan masih tetap berusaha dengan mencari usaha lain sehingga mencapai kesuksesan dalam dunia wirausaha.

e. Metode Tradisi

Metode tradisi adalah metode yang menganggap sesuatu dikatakan benar karena telah berlaku dan dilakukan secara turun-temurun. Contohnya tradisi berziarah ke kuburan saat menjelang bulan Ramadhan , tradisi mudik menjelang Hari Raya dan lain-lain.

f. Metode Metafisika

Metode metafisika adalah metode yang menganggap kebenaran melalui pandangan metafisik atau sesuatu yang ghaib. Jawaban terhadap masalah yang ditemukan dalam dunia empiris dicari pemecahannya melalui suatu kepercayaan ataupun mistik. Contohnya seseorang yang pergi ke dukun untuk mendapatkan kekayaan. 

    Seiring berkembangnya rasionalitas dan ilmu pengetahuan, berbagai metode tersebut dirasakan kurang mampu untuk memuaskan keingintahuan dan menemukan kebenaran, sehingga manusia pun mulai beralih pada pencarian yang dilakukan melalui penalaran maupun proses berfikir secara terus-menerus.

    Penalaran (reasoning) dapat dimaknai sebagai suatu proses atau aktivitas kejiwaan dalam diri seseorang, dimana ia berpikir dengan menggunakan asas-asas atau pola berpikir tertentu untuk memeroleh simpulan yang sah dan benar. Adapun berpikir (thinking) dapat dimaknai sebagai suatu proses atau aktivitas kejiwaan pada seseorang yang mencoba menghubungkan segala pengertian dan pengalaman yang dimilikinya, demi mencapai simpulan yang sah dan benar. Proses berpikir dapat dibedakan sebagai berikut:

a). Dedukasi

    Dedukasi merupakan suatu proses berpikir yang menggunakan hal-hal umum untuk menyimpulkan atau mencari tahu mengenai suatu hal yang khusus.

Contoh:

Semua siswa kelas X rajin belajar                     (premis mayor/ umum)

Aulia adalah siswa kelas X                                ( premis minor/ khusus)

Aulia rajin belajar                                                ( simpulan)


b). Induksi

    Induksi merupakan kebalikan deduksi. Simpulan umum diperoleh dari induksi ( hasil memeriksa atau mengumpulkan fakta empiris melalui observasi)

Contoh:

Siswa A mengendarai sepeda motor ke sekolah                    (khusus)

Siswa B mengendarai sepeda motor ke sekolah                    (khusus)

Siswa C mengendarai sepeda motor ke sekolah                     (khusus)

Semua siswa mengendarai sepeda motor kesekolah            (umum)


2. Penelitian Sosial 

    Penelitian sosial adalah proses kegiatan mengungkapkan secara logis, sistematis, dan metodis gejala sosial untuk mengungkapkan kebenaran sehingga bermanfaat bagi kehidupan masyarakat dan ilmu pengetahuan. Selain itu masih ada sejumlah definisi yang diberikan oleh para ahli. Adapun definisi yang diberikan para ahli adalah sebagai berikut:

a. Bagong Suyanto (2010)

Penelitian sosial, pada hakikatnya adalah kegiatan spionase untuk mencari, memata-matai, dan menemukan pengetahuan dari "lapangan" yang dapat dipertanggungjawabkan kenenarannya menurut kaidah-kaidah ilmiah tertentu dan bukan mencari kebenaran normatif yang semata hanya dituntut oleh cara berpikir deduktif.

b. Dolet Unaradjan (2008)

Penelitian sosial adalah kegiatan yang bertujuan bukan hanya mempelajari suatu masalah praktis atau bagian kenyataan empiris tertentu, melainkan juga menguji gagasan atau ide yang terdapat dalam pikiran seseorang.

c. Piran Wiroatmodjo (2009)

Penelitian adalah usaha untuk menemukan ilmu pengetahuan yang baru, mencari pemecahan masalah atau membuktikan suatu anggapan maupun teori.

d. Soerjono Soekanto (2009)

Penelitian sosial mengacu pada kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk mengungkapkan suatu kebenaran.

e. Sugiyono (2013)

Pada dasarnya penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data untuk tujuan dan kegunaan tertentu. 

    Berdasarkan definisi-definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian sosial memiliki karakteristik, sebagai berikut:

a. Kegiatan yang dilakukan menurut kaidah ilmiah, terencana dan sistematis.

b. Bertujuan memperbaiki, menyempurnakan, memperluas, bahkan menggali lebih dalam kajian suatu ilmu pengetahuan.

c. Berupaya mendapatkan pemecahan masalah dan mengungkapkan kebenaran. 

(Sumber : Fritz H.s Damanik, Sosiologi SMA/MA Kelas X, Hlm 147-150)


 


SISTEM SARAF

A. SISTEM SARAF PUSAT

1. OTAK

    Otak (encephalon) adalah pusat sistem saraf pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak manusia merupakan struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350 cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron.

Fungsi Otak

Fungsi otak yaitu mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh.

    Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Untuk itu, otak dan pemikiran berkaitan erat. Otak dan sel saraf di dalamnya dipercaya bisa memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya. Lebih singkatnya, fungsi otak yaitu:

Sebagai pusat regulasi

Otak sebagai pusat pengatur organ-organ tubuh.

Lebih lengkapnya, fungsi otak diantaranya yaitu:

Sebagai pusat regulasi guna melakukan aktivitas seperti kognisi, menyelesaikan masalah, merangsang kreativitas manusia, membuat perencanaan, mengontrol perasaan, berbahasa secara umum, memberikan penilaian, dan lain sebagainya.

Sebagai alat sensor terhadap berbagai perasaan, seperti tertekan, merespon sentuhan, tekanan, serta menghasilkan rasa sakit.

Sebagai alat dalam menerjemahkan verbal sehingga dapat mendengar, menangkap serta mengartikan informasi dan dapat menangkap bahasa dalam bentuk suara.

Sebagai pusat dalam mengatur semua gerakan koordinasi antar otot tubuh dan pengaturan keseimbangan, sehingga seseorang bisa bergerak dan tidak terjatuh.

Sebagai pusat masuknya semua informasi visual untuk diterjemahkan ke dalam bentuk penglihatan sesuai dengan bentuk aslinya.

Sebagai penerjemah visual manusia, seperti dalam membesarkan atau mengecilkan pupil mata, menggerakkan bola mata, serta mengatur gerakan tubuh manusia.

Sebagai pengontrolan terhadap fungsi otomatis otak, seperti mengatur detak jantung, mengatur pernafasan, mengatur sirkulasi peredaran darah, dan mengatur sistem pencernaan.

Sebagai penjaga tubuh baik dalam keadaan tertidur maupun dalam keadaan terjaga.

Menghasilkan perasaan, emosi, menciptakan rasa lapar, pengaturan produksi hormon, merangsang perasaan senang, menciptakan rasa haus, mengatur metabolisme tubuh, memelihara homeostasis, serta mengatur memori jangka panjang.


Struktur Otak

Otak manusia terbentuk melalui dua sel yakni sel glia dan sel neuron. Sel glia yaitu sel untuk melindungi neuron, atau disebut juga sel pelapis neuron. Sedangkan sel neuron yaitu sel saraf yang membawa informasi yang dibutuhkan tubuh ke otak. Neuron membawa informasi tersebut dalam bentuk potensial aksi.Neuron satu dengan neuron lainnya saling berhubungan sehingga bisa diibaratkan sebagai rantai yang tidak pernah terputus. Neuron yang satu akan membawa informasi berupa potensial aksi ke neuron lainnya dengan membawa bahan kimia yang disebut neurotransmitter. Neurotransmitter ini dibawa dan dikirimkan melalui sinapsis (celah neuron). Manusia atau makhluk hidup lain memiliki ratusan bahkan jutaan neuron yang saling terkait untuk membawa berbagai informasi ke otak.

(Sumber : https://www.sekolahan.co.id/pengertian-fungsi-struktur-dan-bagian-bagian-otak-manusia/)


a) OTAK BESAR (CEREBRUM)


    Otak Besar (Cerebrum) merupakan masa embrionik, sistem saraf pusat membentuk kanal pusat yang dangkal yang disebut ventrikel, dan membentuk bagian putih dan abu-abu. Bagian abu-abu mengandung badan sel neuron, dendrit, dan akson yang tidak bermielin, sedangkan bagian putih mengandung akson yang terbungkus mielin, sehingga neuron tersebut berwarna putih.

    Otak besar merupakan bagian terbesar dari otak, otak besar ini juga merupakan bagian yang membedakan otak manusia dengan otak hewan. Dengan otak besar, manusia dapat berpikir, mengendalikan pikiran, berbicara, dan juga mengingat. Kecerdasan seseorang juga dapat diukur berdasarkan kemampuan otak besar.

    Pada orang dewasa, berat otak besar yaitu sekitar 1 kg atau 2/3 dari berat keseluruhan otak. Otak besar terdiri dari bagian kanan dan kiri. Bagian kanan otak besar besar berfungsi mengontrol fungsi tubuh sebelah kiri dan bagian kiri otak besar berfungsi mengontrol fungsi tubuh sebelah kanan. Sebagai struktur terbesar otak, otak besar berfungsi yang sangat vital bagi tubuh manusia. Selain itu juga, sebagai bagian utama sistem saraf cerebrum memiliki ratusan neuron yang mengirim informasi ke bagian tubuh lainnya.

Fungsi Otak Besar (Cerebrum)

    Otak besar (Cerebrum) berfungsi sebagai pengontrol pusat sebagian besar aktivitas manusia. Otak besar berperan dalam pengaturan gerak sadar (otot lurik atau otot rangka), memori, emosi, persepsi terhadap rangsangan , fungsi belajar, pengaturan alat indera dan lain sebagainya. Akan tetapi, fungsi utama otak besar (cerebrum) yaitu sebagai pusat pengaturan kesadaran dan pusat memori.

Struktur dan Bagian Otak Besar (Cerebrum)

Berdasarkan strukturnya, otak besar dibagi menjadi dua bagian utama yaitu korteks cerebrum (bagian luar) dan ganglia dasar (bagian dalam).

Korteks Cerebrum

    Kortek merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu dengan milyaran badan sel saraf. Korteks disebut juga area grey matter. Sel saraf yang saling berhubungan satu sama lain membentuk seperti untaian rantai sehingga informasi yang diterima oleh satu sel saraf bisa diteruskan melalui komunikasi dengan sel saraf lain. Korteks ini terbagi menjadi 3 area utama, yaitu:

Area sensorik, yaitu area yang bertugas mengartikan informasi sensorik (rangsangan), contohnya seperti cahaya, pengecapan dan suara.

Area motorik, yaitu area yang bertugas mengendalikan otot sehingga terjadinya suatu gerakan, misalnya saat menginjak duri, maka akan terjadi refleks dengan bergeraknya kaki menjauhi duri tersebut.

Area asosiasi, yaitu area yang berfungsi dalam merekam pengalaman yang dialami oleh tubuh (memori), kemauan dan kecerdasan serta mengatur beberapa fungsi bahasa.

Ganglia Dasar

Ganglia dasar merupakan area berwarna putih yang banyak mengandung dendrit dan juga akson. Lapisan ini lebih tebal dibanding bagian korteks. Fungsi ganglia dasar yaitu mengkoordinasi gerakan, pengaturan gerakan tak sadar, fungsi kognisi dan fungsi emosional.


Berdasarkan lobusnya, otak besar dibagi menjadi 4 bagian, yaitu Lobus Frontal, Lobus Parietal, Lobus Temporal, dan Lobus Oksipital.

Lobus Frontal

Lobus ini berada di bagian depan otak besar. Fungsi lobus frontalis yaitu mengatur kegiatan motorik (gerakan) secara sadar, kemampuan berbicara, kemampuan berpikir (pemecahan masalah) dan emosi.

Lobus Parietal

Lobus ini berada di bagian belakang lobus frontal di bagian atas otak besar. Fungsi lobus pariental yaitu sebagai pusay sensorik atau penerimaan rangsangan seperti sentuhan, tekanan, suhu, rasa sakit dan lain sebagainya.Z

Lobus Temporal

Lobus ini berada di bawah lobus pariental tepatnya di bagian sisi otak besar. Fungsi lobus temporalis yaitu sebagai pusat pendengaran dan fungsi bahasa.

Lobus Oksipital

Lobus ini berada di bagian belakang otak besar. Fungsi lobus okspital yaitu sebagai pusat visual (penglihatan).

(Sumber : https://www.sekolahan.co.id/pengertian-fungsi-struktur-dan-bagian-bagian-otak-besar-cerebrum/ )

b) OTAK KECIL (CEREBELLUM)


    Otak kecil (cerebellum) merupakan bagian otak yang berada di bawah lobus occipital otak besar, tepatnya berada pada bagian belakang kepala. Otak kecil berhubungan dengan leher bagian atas. Otak kecil berfungsi untuk mengontrol gerakan, mengontrol gerak koordinasi antar otot, mengatur keseimbangan tubuh, mengatur sikap dan posisi tubuh. Tanpa adanya otak kecil, maka gerakan akan menjadi tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga mengakibatkan seseorang tidak bisa menggunakan fungsi ototnya untuk melakukan aktivitas.

c) Batang Otak



    Batang otak (brainsteam) terletak pada leher bagian atas dan memanjang hingga ke sumsum tulang belakang. Batang otak berfungsi untuk mengatur fungsi dasar manusia, seperti proses pernapasan, proses denyut jantung, serta proses kerja ginjal dan hal lain yang vital bagi manusia. Berikut ini bagian-bagian batang otak diantaranya:

Otak Tengah (mesencephalon), yaitu bagian batang otak yang menghubungkan antara otak besar dan otak kecil. Otak tengah berhubungan dengan proses penglihatan manusia.



Medulla Oblongata, yaitu titik awal dimulainya saraf yang akan menuju ke tulang belakang hingga ke seluruh tubuh. Medulla oblongata berhubungan dengan pengontrolan fungsi otomatis organ-organ manusia.

Pons, yaitu bagian batang otak yang berada di bawah medulla oblongata dan berfungsi mengatur dan meneruskan segala informasi ke bagian otak yang lain.

c) Medula Spinalis (Sumsum Tulang Belakang)


    Sumsum tulang belakang (Medula Spinalis) adalah suatu saraf tipis yang merupakan perpanjangan dari sistem saraf pusat dari otak serta melengkungi serta dilindungi oleh tulang belakang. Sumsum tulang belakang terdapat memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher sampai pada ruas tulang pinggang ke dua. Sumsum tulang belakang ini juga dibungkus oleh selaput meninges. Bila diperhatikan secara melintang, sumsum tulang belakang bagian luar tampak itu berwarna putih (substansi alba) dan juga bagian dalam yang berbentuk seperti kupu-kupu itu, berwarna kelabu (substansi grissea). Pada bagian yang berwarna putih itu banyak mengandung akson (neurit) yang diselimuti myelin. Bagian ini untuk dapat menghantarkan impuls menuju otak serta dari otak mengarah ke efektor.

    Bagian yang berwarna kelabu tersebut mengandung serabut saraf yang tidak ada myelinnya. Bagian ini dibedakan dua yakni akar dorsal (akar posterior) dan akar ventral (akar anterior). Akar dorsal ini mengandung neuron sensorik sedangkan akar ventral mengandung neuron motorik. Fungsi utama dari sumsum tulang belakang adalah transmisi pemasukan rangsangan antara periferi serta otak. Fungsi selanjutnya dari sumsum tulang belakang adalah untuk mengontrol gerakan refleks, termasuk itu gerakan refleks pada mata, hidung, serta lain-lain.

Fungsi Sumsum Tulang Belakang

    Sumsum tulang belakang merupakan salah satu bagian dari sistem saraf pusat manusia yang menghubungkan sistem saraf tepi dan sistem saraf pusat di otak. Sumsum tulang belakang berfungsi menghantarkan impuls menuju otak dan berperan dalam proses gerak refleks. Sumsum tulang belakang pada laki-laki umumnya mempunyai panjang sekitar 45 cm, sedangkan pada wanita adalah 43 cm. Sumsum tulang belakang dilindungi oleh bagian-bagian tulang belakang, yaitu tulang serviks, toraks, lumbar, dan sakral. Setiap bagian tulang tersebut mempunyai dua fungsi jenis saraf dalam tubuh yang berlainan. Selain berfungsi menghubungkan impuls ke otak, sumsum tulang belakang berperan juga dalam mekanisme pergerakan refleks. Ada 31 pasang saraf di tulang belakang yang tersebar mulai dari tengkorak hingga tulang ekor. Sel saraf tulang belakang terdiri atas bagian akar ventral dan akar dorsal. Sementara itu, sel saraf lainnya di tulang belakang hanya berfungsi sebagai sel saraf penghubung (interneuron)

Dibawah ini merupakan fungsi sumsum tulang belakang(Medula Spinalis), antara lain sebagai berikut :

Menghantarkan impuls dari reseptor (indera) ke otak,

Menghantarkan impuls dari otak ke reseptor (indra),

Menghubungkan otak dengan seluruh tubuh,

Sebagai pusat untuk gerak refleks dan juga memberi kemungkinan jalan terpendek gerak refleks.

(Sumber : https://pendidikan.co.id/pengertian-sumsum-tulang-belakang/)


B. SISTEM SARAF TEPI
    Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang bercabang dari otak dan sumsum tulang belakang ke seluruh bagian tubuh manusia. Fungsi sistem saraf tepi ini memungkinkan sistem saraf pusat untuk berkomunikasi dengan bagian-bagian tubuh kamu. Sistem saraf tepi bekerja secara dua arah melalui saraf sensorik dan saraf motorik. 

1. SARAF SOMATIF
    Saraf somatik bekerja secara sadar, seperti ketika kamu menggerakkan tangan untuk menyendok makanan, atau mengambil tisu untuk mengelap keringat. Makanya, saraf somatik ini biasanya ditemukan di otot rangka, jadi bisa memerintah otot-otot tersebut untuk berkontraksi dan kamu pun bisa bergerak sesuai keinginan kamu. Saraf somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial (otak), 31 pasang saraf spinal (tulang belakang). 

2. SARAF OTONOM
    Saraf otonom bekerja secara tidak sadar. Saraf inilah yang mengontrol kontraksi paru-paru kamu agar tetap bernapas setiap saat. Saraf otonom juga betugas mengontrol sistem pencernaan kamu agar dapat mengolah makanan yang masuk. Maka dari itu, saraf otonom ini banyak ditemukan pada otot polos, seperti pada organ pencernaan, otot jantung, dan kelenjar. Karena memiliki fungsi yang berlawanan pada organ yang sama, saraf otonom ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu:




a. Saraf Simpatis
    Saraf simpatis adalah saraf yang mengendalikan respon tubuh kita pada saat kita berada dalam keadaan bahaya atau yang biasa disebut keadaan “fight or flight”. Misalnya, saat ada anjing yang mendadak muncul di dekat kamu, maka saraf simpatis akan mendorong kamu untuk bereaksi, entah bersiaga untuk melawan anjing tersebut (fight) atau lari menjauh dari anjing tersebut (flight). 

b. Saraf Parasimpatis
    Saraf parasimpatis adalah saraf yang berfungsi untuk mengendalikan organ-organ tubuh manusia saat dalam fase “istirahat”. Karena fungsi saraf simpatis dan parasimpatis ini berbeda, lokasi pangkal sarafnya juga berbeda. Saraf simpatis berpangkal di sumsum tulang belakang atau medula spinalis, di daerah dada sampai pinggang. Sementara saraf parasimpatis berpangkal di medula oblongata, yang lebih dekat dengan otak.

(Sumber : https://pahamify.com/blog/sistem-saraf-pusat-dan-sistem-saraf-tepi/)

JALANNYA RANGSANG:
GERAK SADAR
Reseptor (indera)-saraf sensorik/ aferen-gangliom spinal-otak-saraf motorik/eferen-efektor (otot)

GERAK REFLEKS
REFLEKS OTAK:
Reseptor- saraf sensorik- otak- saraf motorik- efektor
Contoh: refleks pupil, refleks kejap mata

REFLEKS TULANG BELAKANG/ SPINAL
Reseptor- saraf sensorik/ aferen- sumsum tulang belakang- saraf motorik/eferen- efektor
Contoh : reflek tulang patela pada lutut
GERAK REFLEKS


PERAN MEDIASI DAN PIHAK KETIGA DALAM MENYELESAIKAN KONFLIK DAN MENUMBUHKAN PERDAMAIAN

    Salah satu bentuk akomodasi dalam penyelesaian konflik adalah mediasi. Mediasi merupakan upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral (mediator), yang tidak memiliki kesewenang-wenangan dalam mengambil keputusan dan membantu pihak-pihak yang bersengketa untuk mencapai penyelesaian (solusi) yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Tujuan mediator biasanya membantu para pihak yang berkonflik untuk mencari solusi yang dapat diterima bersama dan melawan ke arah strategi serta tujuan kompetitif menang-kalah. Mediator biasanya satu orang, tetapi dapat juga terdiri dari dua orang, tiga orang atau kelompok yang lebih besar. 

Seseorang dapat menjadi mediator jika memenuhi syarat berikut:

1. Adil dan bertanggung jawab

2. Mampu bekerja sama dalam menyelesaikan masalah

3. Memiliki sikap menghormati dan mengerti berbagai perbedaan pendapat.

4. Memiliki keinginan untuk berbagi dan ikut merasakan

5. Memfokuskan diri pada persoalan, bukan kesalahan

Setelah seseorang ditunjuk menjadi mediator, harus melaksanakan tugas-tugas berikut.

1. Mempersiapkan usulan pertemuan antarpihak yang bertikai untuk membahas masalah.

2. Mendorong pihak-pihak yang bertikai untuk berperan secara langsung dalam proses mediasi.

3. Melakukan pertemuan terpisah dengan pihak-pihak yang bertikai, jika dianggap perlu .

4. Mendorong kedua belah pihak yang bertikai untuk menelaah kepentingan mereka

5. Mendorong kedua belah pihak yang bertikai untuk mencari solusi atau penyelesai atas konflik yang terjadi. 


    Pihak mediator selain dituntut untuik bersikap netral juga harus bersikap adil dan bertanggungjawab. Netral yang dimaksud dalam hal ini adalah seorang mediator tidak berpihak atau tidak membantu salah satu pihak yang sedang bersengketa. Bersikap adil dalam arti seorang mediator dalam memberikan masukan harus secara proporsional, yaitu menempatkan sesuatu pada tempat dan kapasitasnya. Adapun sikap bertanggungjawab memiliki makna yang baik dalam melakukan tugasnya, ia akan merasa senang jika yang bersengketa dapat berdamai sesuai dengan yang diharapkan, dan semuanya menghargai keputusan yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Mediasi yang berhasil akan memberi kontribusi pada terwujudnya perdamaian di masyarakat.

(Sumber : Kun Maryani , Juju Suryawati,Sosiologi Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SMA/MA Kelas XI, 2017:149-150)

 



Pengabaian hak anak , selanjutnya sebagai berikut:

3. Maraknya Pekerja atau Buruh Anak

    Sebagai salah satu negara yang turut meratifikasi Konvensi ILO tersebut, Indonesia telah memiliki UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pada pasal 68 disebutkan bahwa pengusaha dilarang mempekerjakan anak. Namun pada pasal 69 tertuang beberapa pengecualian, diantaranya adalah anak usia 13 Tahun hingga 15 Tahun dapat melakukan pekerjaan ringan asalkan tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental dan sosialnya. Bagi pengusaha yang mempekerjakan anak, hendaknya memberikan pekerjaan yang ringan dan harus mampu memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Izin tertulis dari orang tua atau wali

b. Perjanjian kerja antara pengusaha dengan orang tua atau wali

c. Waktu Kerja maksimum 3 jam

d. Dilakukan pada siang hari dan tidak mengganggu waktu sekolah 

e. Keselamatan dan kesehatan kerja

f. Adanya hubungan kerja yang jelas

g. Menerima upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Selanjutnya Pasal 74 disebutkan mengenai beberapa jenis pekerjaan yang dilarang dilakukan oleh anak-anak. Adapun beberapa jenis pekerjaan yang dilarang untuk anak-anak sebagai berikut:

a. Siapa pun dilarang mempekerjakan dan melibatkan anak pada pekerjaan-pekerjaan yang terburuk.

b. Pekerjaan- pekerjaan yang terburuk yang dimaksud dalam ayat (1) meliputi:

1) Segala pekerjaan dalam bentuk perbudakan atau sejenisnya.

2) Segala pekerjaan yang memanfaatkan, menyediakan, atau menawarkan anak untuk pelacuran, produksi pornografi, pertunjukan porno atau perjudian,

3) Segala pekerjaan yang memanfaatkan, menyediakan, atau melibatkan anak untuk produksi dan perdagangan minuman keras, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya, dan / atau

4)  Semua pekerjaan yang membahayakan kesehatan, keselamatan atau moral anak


4. Pelanggaran terhadap Hak Anak yang berhadapan dengan Hukum

    Anak yang melakukan tindak pidana atau perbuatan yang dinyatakan terlarang bagi anak dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 Tentang Pengadilan Anak disebut sebagai anak nakal, sedangkan dikategorikan sebagai anak adalah mereka yang telah mencapai umur 8 ( delapan ) tahun tetapi belum mencapai 18 ( delapan belas tahun) dan belum pernah menikah. Klasifikasi serupa juga digunakan oleh Kepolisian Republik Indonesia dan Lembaga Permasyarakatan untuk menentukan kriteria anak pelaku tindak pidana dan narapidana anak. Dilihat dari proses penyelesaian hukumnya, anak nakal atau anak pelaku tindak pidana mencakup dua kriteria anak, yaitu anak didik permasyarakatan (anak pidana) dan tahanan anak. Sebagaimana disebutkan pada Pasal 1 ( Ketentuan umum) ayat 8 UU No. 12 Tahun 1995 tentang Lembaga Pemasyarakatan dijelaskan bahwa anak didik permasyarakatan sebagai berikut:

a. Anak pidana yaitu anak yang berdasarkan putusan pengadilan menjalani Pidana di Lapas (Lembaga Permasyarakatan) anak paling lama berumur 18 ( delapan belas) tahun

b. Anak Negara yaitu anak yang berdasarkan putusan pengadilan diserahkan pada negara untuk dididik dan ditempatkan di Lapas Anak paling lama samapai berumur 18 (delapan belas) tahun.

c. Anak Sipil yaitu anak yang atas permintaan orang tua/ walinya memeroleh penetapan pengadilan untuk dididik di Lapas Anak paling lama sampai dengan berumur 18 (delapan belas) tahun.

Adapun pengabaian hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum sebagai berikut:

a. Penyebutan identitas anak dalam pemberitahuan di media cetak atau pun elektronik

b. Pemeriksaan anak oleh petugas, tanpa didampingi oleh orang tua dan/ atau orang yang dipercaya oleh anak bersangkutan.

c. Penahanan anak di ruang tahanan  bersama dengan tahanan dewasa.

d. Pelaksanaan sidang terbuka untuk umum, sehingga berakibat terungkapnya jati diri anak

e. Tidak terpenuhnya hak anak untuk tetap memeroleh pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan rekreasional. 


5. Belum Diterapkannya Pendidikan Inklusif

(Sumber : Fritz H.s Damanik, Sosiologi SMA/MA Kelas X, Hlm 136-139)


 


    Sistem saraf adalah suatu struktur yang terdiri dari komponen-komponen sel saraf (neuron). Sistem saraf bersama-sama dengan sistem hormon, berfungsi untuk memelihara fungsi tubuh. Pada umumnya sistem saraf berfungsi untuk mengatur, misalnya kontraksi otot, perubahan alat-alat tubuh bagian dalam yang berlangsung dengan cepat, dengan kecepatan sekresi beberapa kelenjar endokrin. Sistem saraf adalah suatu struktur yang terdiri dari komponen-komponen sel saraf (neuron). Sistem saraf bersama-sama dengan sistem hormon, berfungsi untuk memelihara fungsi tubuh. Pada umumnya sistem saraf berfungsi untuk mengatur, misalnya kontraksi otot, perubahan alat-alat tubuh bagian dalam yang berlangsung dengan cepat, dengan kecepatan sekresi beberapa kelenjar endokrin. Sistem saraf pada manusia memiliki sifat mengatur yang sangt kompleks dan khusus. Sistem saraf menerima berjuta-juta rangsangan yang berasal dari berbagai organ. Semua rangsangan tersebut akan bersatu untuk dapat menentukan respon apa yang akan diberikan oleh tubuh. Rangsangan ada yang berasal dari luar tubuh seperti cahaya, gravitasi, suhu, panas, dan dingin.

    Sedangkan rangsangan yang berasal dari dalam tubuh seperti rasa lapar, haus, sakit, nyeri, dan sebagainya. Untuk bereaksi terhadap rangsangan tersebut tubuh kita memerlukan tiga komponen, yaitu reseptor sebagai penerima rangsangan, sistem saraf sebagai penerima, pengolah, dan penerus hasil olahan rangsangan ke efektor, dan efektor sebagai sel atau organ yang digunakan untuk bereaksi terhadap rangsangan. Komponen-komponen sel saraf pada sistem saraf mempunyai kemampuan dalam konduksi impuls atau melakukan impuls. Fungsi impuls adalah sebagai pembawa informasi yakni tentang perubahan-perubahan yang terjadi dilingkungan, misalnya perubahan temperatur dari panas ke dingin, perubahan cahaya dari gelap ke teran. Pusat sel saraf (neuron) terdiri dari sebuah badan sel yang disebut perikarion, berisi nukleus. Di dalam sitoplasma perikarion terdapat bahan-bahan yang disebut substansia nissel. Dari perikarion keluar prosesus yang menghantarkan rangsangan perikarion yang disebut dendrit, jumlahnya lebih banyak (lebih dari satu).

    Prosesus yang menghantarkan rangsangan keluar dari perikarion disebut akson. Jumlah akson biasanya hanya satu. Berdasarkan jumlah ukuran neuron dibagi menjadi tiga yaitu neuron unipolar, bipolar dan multipolar. Sedangkan neuron berdsarkan struktur dan fungsinya dibagi menjadi tiga, yaitu neuron sensorik, motorik dan interneuron. Macam-macam neuron tersebut dihubungkan oleh sinaps. Gerakan salah satu anggota tubuh dapat dijadikan bukti bahwa di dalam tubuh terjadi penghantaran impuls oleh saraf dan menimbulkan tanggapan yang disampaikan oleh saraf motorik dalam bentuk gerak. 

    Gerak yang disadari disebut gerak sadar dengan melalui rangkaian impuls dan mengalami proses pengolahan yang dilakukan oleh otak, sedangkan gerakan yang tidak disadari disebut gerak reflex dengan rangkaian impuls pendek, tanpa diolah oleh pusat saraf. Sistem saraf manusia terdiri dari sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang dan sistem saraf tepi yang dibedakan menjadi dua, yaitu sistem saraf aferen dan sistem saraf eferen. Otak terdiri dari tiga bagian yaitu otak besar, otak kecil dan otak tengah. Sistem sarf aferen membawa impuls saraf dari reseptor menuju ke sistem saraf pusat sedangkan sistem saraf eferen membawa impuls saraf dari sistem saraf pusat ke efektor.

Bagian Sistem Saraf


    Sistem saraf terdiri dari jaringan saraf, yang selnya padat dan ketat dan saling terkait. Meskipun sangat kompleks, jaringan saraf hanya terdiri dari dua jenis sel utama, yaitu neuron (sel-sel saraf) dan neuroglia (sel pendukung/insulator/ pelindung sel saraf).

Sel Saraf Neuron

Neuron adalah sel-sel yang sangat kompleks. Meskipun sangat beragam strukturnya, semua sel saraf mempunyai badan sel (cell body) yang fungsinya sangat penting dalam kerja sistem saraf. Neuron terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

Badan Sel (The Cell Body)

Badan sel disembut juga soma (badan). Walaupun sangat beragam ukuran diameternya yaitu dari 5 sampai 140 µm, namun semua sel saraf hanya memiliki satu inti sel yang dikelilingi oleh sitoplasma. Kandungan sitoplasma pada sel saraf tidak berbeda dengan sel-sel lain pada umumnya. Badan sel merupakantempat proses dari impuls yang diterima oleh ujung- ujung saraf. Badan sel banyak terletak di Sistem Saraf Pusat.  Namun badan sel yang disebut ganglia (tunggal:ganglion) terletak disepanjang Sistem saraf tepi.

Dendrit

Kebanyakan dari sel saraf memiliki banyak dendrit yang merupakan perpanjangan atau percabangan dari badan sel. Dendrit seperti halnya ranting pada pohon yang merupakan percabangan dari dahan pohon. Organel-organel yang terdapat pada badan sel juga terdapat di dalam dendrit. Dendrit berfungsi sebagai penerima rangsang, memperluas area untuk menerima sinyal dari sel saraf lain. Dendrit juga berfungsi untuk menghantarkan sinyal ke badan sel.

Akson

Setiap sel saraf hanya memiliki satu akson yang memanjang dari daerah berbentuk kerucut pada badan sel. Akson diselubungi oleh selubung myelin. Akson berfungsi untuk mengantarkan rangsang dari atau ke badang sel.


Fungsi Saraf Neuron

Neuron Sensorik (Afferent)

Neuron ini berfungsi untuk menghantarkan impuls listrik dari reseptor pada kulit, organ, indera, atau saraf organ internal ke Central Nervous System (CNS).

Neuron Motorik (Efferent)

Neuron ini berfungsi untuk menyampaikan impuls dari CNS ke efektor.

Interneuron

Neuron ini berfungsi menghubungkan neuron sensorik dan motorik.


Bagian Saraf Neuroglia

Astrocytes

Seperti namanya, sel ini berbentuk seperti bintang sehingga memiliki banyak percabangan. Astrocytes berfungsi untuk mengatur extracelluler neuron.

Microglia

Microglia merupakan sel pendukung yang ukurannya paling kecil namun jumlahnya melimpah di CNS. Sel ini bersifat phagosit yang memakan microorganisme penggganggu dan sel-sel saraf yang telah mati.

Ependyma

Ependyma terdapat pada ventricle otak dan spinal cord (sum-sum tulang belakang).

Oligodendrit

Oligodendrit memiliki bentuk seperti Astrocytes, namun dengan percabangan yang lebih sedikit. Oligodendrit berfungsi untuk membentuk selubung myelin (myelin sheaths) pada susunan saraf tepi (peripheral nervous system = PNS).

Satelite Cell

Merupakan sel pendukung yang berada di sekeliling badan sel pada susunan saraf tepi.

Schwan Cell

Schwan cell membentuk selubung myelin (myelin sheaths) pada susunan saraf pusat (central nervous system = CNS). Fungsi myelin adalah untuk mempercepat penghantaran sinyal pada axon. Sambungan antara dua sel schwan (myelin) disebut nodes of Ranvier.

(Sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/sistem-saraf-manusia/) 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget